Jangan Menunggu Sempurna

25 July 2020 - Kategori Blog

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa perangkat lunak, seperti Microsoft Windows, hadir dalam versi seperti Windows 2.0 dan Windows 3.0? Itu bermakna mereka telah memperbaiki produk mereka dan sekarang mereka ingin Anda membeli versi yang lebih baik. Dengan kata lain, produk pertama yang mereka jual tidak sempurna. Mereka mungkin menjualnya karena tahu itu memiliki kekurangan, terdapat bug, dan perlu diperbaiki.

Banyak orang gagal masuk ke pasar karena mereka terus menyempurnakan produk mereka. Seperti orang yang menunggu semua lampu menjadi hijau, sebagian pengusaha tidak pernah sampai ke pasar karena yang mereka cari, atau kerjakan, adalah menyempurnakan produk mereka atau menulis rencana bisnis yang sempurna.

Ayah kaya sering berkata, ” Apa pun yang layak dilakukan berarti melakukannya dengan Tidak Layak.” Henry Ford berkata, “Terima kasih Tuhan buat pelanggan saya. Mereka membeli produk saya sebelum disempurnakan. ”Dengan kata lain, wirausahawan memulai dan terus memperbaiki diri, bisnis mereka, dan produk mereka. Banyak orang tidak akan memulai kecuali semuanya sempurna. Itulah mengapa banyak dari mereka tidak pernah memulai.

Mengetahui kapan memperkenalkan suatu produk ke pasar sama pentingnya dengan seni sebagai ilmu. Anda mungkin tidak ingin menunggu produk menjadi sempurna; itu mungkin tidak pernah sempurna. Hanya “cukup bagus”. Itu hanya cukup bagus untuk diterima pasar. Namun, jika produk itu benar-benar buruk sehingga tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan, atau tidak sesuai harapan pasar atau menyebabkan banyak masalah, maka hal itu akan menjadi sebab sulitnya membangun kembali krebilitas dan reputasi dari sebuah produk.

Salah satu tanda dari seorang pengusaha yang sukses adalah mampu menilai harapan pasar dan tahu kapan harus berhenti mengembangkan dan memulai pemasaran. Jika produk diletakkan di atas pasar sedikit lebih awal, maka pengusaha hanya dapat memperbaikinya, dan mengambil langkah untuk mempertahankan kemauan pasar. Di sisi lain, keterlambatan dalam memperkenalkan suatu produk dapat berarti peluang tidak bisa diulang lagi dan sebuah jendela kesempatan hilang.

Bagi Anda yang mengingat versi awal Windows, Anda akan mengingat seberapa sering komputer Anda mengalami “crash.” (Ada beberapa yang mengatakan bahwa Windows begitu penuh dengan bug yang seharusnya datang dengan sekaleng insektisida.) Jika mobil rusak sesering Windows, itu tidak akan diterima di pasar. Bahkan, mobil itu akan menjadi sebuah mobil “Lemon,” dan pabrikan akan terpaksa menggantinya. Namun Windows, meskipun ada bug — banyak kekurangannya —berhasil secara fenomenal. Kenapa begitu? Hal itu karena ia memenuhi kebutuhan pasar dan tidak keluar dari ekspektasi pasar. Microsoft memahami sebuah jendela peluang dan mulai melakukan pemasaran. Seperti Anda yang menggunakan versi terbaru dari Windows akan tahu bahwa jika Microsoft terus menunggu Windows menjadi produk yang sempurna, maka Windows tak akan pernah ada di pasaran sampai saat ini.

By: Robet T. Kiyosaki

, , , , , , , , , , ,

 
Chat via Whatsapp